EDUKADI NEWS – Kuningan
Selasa 30 Juni 2026. Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumber Raharja di Desa Sindangkempeng dipertanyakan publik. Program budidaya burung puyuh yang menelan modal investasi hingga Rp225 juta kini diduga kondisinya mangkrak, dan keberadaan jajaran pengurus BUMDesa tersebut pun sulit untuk ditemui.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, fasilitas kandang burung puyuh yang sejatinya menjadi unit usaha andalan desa tersebut kini dalam keadaan kosong melongpong tanpa ada aktivitas produksi sama sekali. Tidak terlihat adanya sisa ternak maupun operasional harian yang berjalan.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan besarnya kucuran dana penyertaan modal yang telah dialokasikan untuk memutar roda perekonomian masyarakat desa tersebut.
Pengurus Tidak Berada di Kantor
Ketidakjelasan pengelolaan dana ini diperparah dengan kosongnya kantor BUMDesa Sumber Raharja. Saat mencoba dikonfirmasi, tidak ada satu pun pengurus, termasuk Ketua BUMDesa, yang berada di tempat untuk memberikan penjelasan terkait mandeknya usaha budidaya ini.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pihak Pemerintah Desa Sindangkempeng selaku penasihat dan pengawas BUMDesa. Namun, Sekretaris Desa (Sekdes) Sindangkempeng memilih untuk tidak memberikan pernyataan
“tidak mau memberikan keterangan takut salah. di Bundes itu ada pengurusnya, dan pelaporan kegiatan usaha program ketahanan pangan (Ketapang) tahun 2025 masih sedang di susun ,” ujar Sekdes singkat saat ditemui di kantor desa enggan memberikan kejelasan mengenai status modal ratusan juta tersebut
Dikesempatan terpisah Oki direktur BUMDes Sumber Raharja menegaskan sedang dalam perjalanan menuju Bekasi , dan sudah meminta pengurus untuk menemui pihak media, saat di konfirmasi media ini melalui sambungan pesan singkat WhatsApp nya, (30/6/2026)
Kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan keterangan kadus Kaputran saat di jumpai dikantor desa Sindangkempeng yang awalnya menyebutkan keberadaan Oki saat itu sedang setor pajak kendaraan di kantor Samsat Kuningan. Namun, tak berselang lama Kadus pun mengarahkan pihak media ini untuk menemui Oki di kantor BUMDes setelah ia mendapatkan informasi keberadaan Oki terkini dari pihak yang tidak disebutkannya, bahwa Oki tidak jadi pergi ke Samsat Kuningan
” temui saja Direktur BUMDes (Oki.red)dikantor, Oki tidak jadi ke Samsat, dan ada dikantor,” tegaskan Kadus kaputran kepada media
Tuntutan Transparansi Masyarakat
Sikap bungkam dari pihak pemerintah desa dan menghilangnya pengurus BUMDesa memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Alokasi dana Rp225 juta yang bersumber dari uang negara tersebut seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Sindangkempeng.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait belum memberikan rilis resmi maupun klarifikasi lebih lanjut mengenai ke mana aliran dana serta aset BUMDesa Sumber Raharja tersebut bermuara. Masyarakat berharap pihak inspektorat atau dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan audit investigatif.(RD/Jack)













