https://picasion.com/
NEWS  

MENYONGSONG HUT RI KE-81: BANGSA INI BUTUH PATRIOTOleh: Ir Syarifuddin AdekAlumni Sespim Tk II LAN RI

EDUKADI NEWS-Pekanbaru,11 Agustus 2026.
Sebentar lagi kita memperingati HUT Republik Indonesia ke-81. 81 tahun merdeka adalah usia yang matang. Sudah saatnya kita tidak hanya bertanya “sudah berapa kali upacara”, tetapi bertanya lebih dalam: *merdeka bangsa, merdeka rakyat, atau hanya merdeka bagi penguasa dan oligarki?

Undang-Undang Dasar 1945 dengan tegas menyatakan bahwa setiap warga negara wajib membela negara. Namun bela negara jangan dipersempit maknanya. Bela negara bukan hanya mengangkat senjata di medan perang. Bela negara adalah semua usaha, kegiatan, dan gerakan untuk membangun bangsa, baik langsung maupun tidak langsung, sesuai dengan tujuan negara.

Untuk menjalankan itu, kita butuh Patriot Bangsa. Patriot bukan orang yang menunggu komando. Patriot adalah pejuang yang tidak mengharapkan imbalan jasa maupun materi. Patriot tidak bisa dibeli dengan uang. Ia tumbuh dari cinta tanah air, dari kesadaran bahwa nasib bangsa adalah tanggung jawab bersama.

Bagaimana kriteria seorang patriot?
Patriot adalah pribadi yang kebutuhan dasarnya telah terpenuhi dan mandiri. Kebutuhan pangan aman, rasa aman terjaga, status sosial ada, dan penghargaan diri terpenuhi. Setelah itu, fokus hidupnya bergeser: bukan lagi “saya dapat apa”, tetapi “saya bisa berbuat apa untuk bangsa dan negara”.

Sejarah mencatat jejak para patriot. Dari zaman kolonial hingga 80 tahun Indonesia merdeka, kita punya Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, M. Natsir, Mr. Moh. Yamin, Mr. Moh. Roem, H. Agus Salim, Mr. Assaat, Syafruddin Prawiranegara, R.A. Kartini, R.K. Rasuna Said, dan masih banyak lagi yang namanya tidak sempat ditulis sejarah.

Bagaimana dengan Sutan Syahrir yang wafat dalam tahanan, dan Tan Malaka yang gugur di tangan bangsanya sendiri? Apakah mereka bukan patriot? Justru mereka adalah bukti bahwa patriot sejati rela berkorban tanpa pamrih, bahkan rela menanggung risiko terbesar demi Indonesia.

Yang penting kita pahami: patriot itu tidak harus berpangkat jenderal. Petani, nelayan, guru, pedagang nasi bungkus pun bisa menjadi patriot. Buktinya pada Perang Gerilya 1945, saat Agresi I dan II. Rakyat dengan bambu runcing, dengan logistik terbatas, ikut mempertahankan kemerdekaan. Itulah patriotisme rakyat.

Lalu bagaimana dengan generasi saat ini?
Terlalu mudah kita mendengar kalimat: “Ayo Revolusi!”, “Lakukan Reformasi Jilid 2!”, “Lengserkan Presiden!”, “Bubarkan DPR!”. Seolah tidak ada risiko. Seolah negara ini bisa dirombak tanpa konsekuensi.

Padahal para pendemo yang sering dijuluki “Mahasewa” lupa menghitung harga sebuah perubahan. Reformasi 1998 membuat bangsa ini tertinggal satu dekade. Jika “Reformasi Jilid 2” terjadi tanpa arah yang jelas, kita bisa mundur 30-40 tahun. Apakah itu yang kita mau?

Patriot tidak lahir dalam semalam karena desakan situasi. Patriot lahir dari proses panjang, dari pertanyaan yang terus mengendap: “Mau dibawa kemana negara ini?”
“Benarkah negara salah urus?”
“Apa aksi nyata yang harus saya lakukan?”
Pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh anak bangsa yang punya watak bela negara.

81 tahun merdeka, musuh kita sudah berganti. Dulu kita lawan penjajah. Hari ini kita lawan kemiskinan, kebodohan, korupsi, intoleransi, hoax, dan neo-kolonialisme dalam bentuk baru. Kita bisa dijajah oleh ketergantungan, oleh kepentingan asing, oleh mental instan.

Karena itu bangsa ini butuh patriot di semua lini.
Butuh patriot di sawah agar kita berdaulat pangan.
Butuh patriot di kelas yang mendidik dengan hati.
Butuh patriot di pabrik dan pasar yang bekerja jujur.
Butuh patriot di media sosial yang melawan hoax dengan data.
Butuh patriot di pemerintahan yang melayani rakyat, bukan mencari keuntungan.

Mari sambut HUT RI ke-81 bukan hanya dengan lomba dan pesta. Mari sambut dengan tekad menjadi patriot.

Karena negara besar tidak dibangun oleh orang yang hanya pandai mengeluh. Negara besar dibangun oleh mereka yang diam-diam bekerja, berkarya, dan berkorban untuk Merah Putih.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Terus melaju untuk Indonesia maju. Merdeka!

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/