EDUKADI NEWS – KAMPAR 16 Juni 2026,
Himpunan Tani Nelayan Indonesia (HTNI) bersama Satgas MKGR merespon dan mengirim surat teguran kepada Pemprov Riau, khusus kepada Polda Riau tertanggal 21 mei 2026, yang dinilai diduga mengabaikan laporan berulang petani terkait penghadangan dan perusakan lahan program cetak sawah yang puncaknya tanggal 20 Mei 2026.
Kolonel TNI (Purn) Prof. DR. Asmil Ilyas, MA, CPLA, menegaskan bahwa sikap abai APH telah merusak program nasional Swasembada Pangan Riau. “Ini puncak sabotase. Petani sudah lapor berkali-kali soal penghadangan oleh Security PT Arara Abadi, tapi tidak ada perlindungan hukum,” ujarnya.
DITEMUKAN KEJADIAN DI LAPANGAN YANG DISAMPAIKAN PETANI & MKGR
20 Mei 2026: Tim DPP MKGR menemukan pengrusakan lahan seluas 180 Ha di Tapung Hilir. Lahan ini bagian dari alokasi 1000 Ha cetak sawah MKGR untuk mendukung Swasembada Pangan.
Pengakuan Karyawan: Dari hasil investigasi tim, ada pengakuan dari karyawan PT Arara Abadi bernama Luthfi yang mengakui melakukan eksekusi perusakan lahan 180 Ha tersebut.
Dicegat Security: Saat 500 petani HTNI-MKGR mendatangi lokasi, mereka dicegat oleh Security PT PSG. Security PT Arara Abadi dan Lutfi selaku eksekutor tidak hadir di lokasi.
Klarifikasi Lapangan: Tim Satgas MKGR dan korlap telah menunjukkan surat asli kepemilikan lahan kepada security bernama Albert, sekaligus menegaskan bahwa lokasi berada di wilayah Kampar, bukan Siak, dan bukan milik PT Arara Abadi.
APH Dinilai Pasif: Petani menyebut Polsek Tapung Hilir tidak hadir memberikan perlindungan hukum, sehingga perampasan dan pengrusakan terus terjadi.
Tindakan ini sudah keterlaluan. Rakyat sudah diinjak-injak corporate feodal. Kami mau mengadu ke mana lagi kalau bukan ke polisi, ujar salah seorang petani sambil menyeka air mata.
Ketua HTNI MKGR Suratno menyatakan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. “Mudah-mudahan kedua beliau berkenan merespon keluhan kami petani. Swasembada Pangan ini program nasional, jangan dirusak di daerah,” tegasnya.
(Tim Investigasi Edukadi News)













