https://picasion.com/
NEWS  

BEHAVIOR FEODAL WAJIB DIBERANGUS DARI PIKIRAN ANAK BANGSA

EDUKADI NEWS, Kampar 03 Juni 2026.
PT Arara Abadi 30 Tahun di Riau Contoh Nyata Feodalisme Korporasi: Ratakan 180 Ha, Benturkan Kampar-Siak, Pakai “Opas” Lawan Petani.
Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong menegaskan, kasus pengrusakan 180 Ha kebun sawit KUD Karya Baru oleh oknum Luthfi yang mengaku wakil Humas PT Arara Abadi adalah bukti behavior feodal warisan penjajah masih hidup di alam merdeka.

Feodalisme Bukan Cuma Beko, Tapi Racun Paradigma*
Slogan ‘Belanda menjajah 3,5 abad’ itu mustahil. Begitu juga ‘merdeka pakai bambu runcing’. Dua mitos ini saja sudah merusak paradigma anak bangsa. Akibatnya kita merasa lemah di depan korporasi, tegas AKBP (Purn) Murphy Manurung, S.H., Ketua Tim DPP MKGR.

Tan Malaka sudah ingatkan: revolusi gagal jika mental budak masih ada. Hari ini mental itu berwujud:

  1. Korporasi main rampas: 20 Mei 2026, Luthfi akui eksekusi 180 Ha tanpa surat pengadilan.
  2. Aparat diam: Laporan MKGR ke Polsek Tapung Hilir sejak April 2025 tidak diproses.
  3. Pecah belah wilayah: Desa Rantau Bertuah di Kampar “dipindah” ke Kab. Siak lewat kolaborasi PT Arara Abadi – Pemkab Siak.

Di temukan Dari Pengakuan Luthfi ke Lahan Rata

  1. 25 Mei 2026: Luthfi mengaku ke Tim DPP MKGR pimpinan Kolonel TNI (Purn) Prof. DR. Asmil Ilyas, MA, CPLA, bahwa dia yang perintahkan 5 excavator ratakan 180 Ha.
  2. Alasan: Ada penyerahan dari Wan Moh Junaidi. Faktanya: Tidak ada surat, Wan Moh Junaidi tidak hadir tunjuk batas.
  3. 31 Mei 2026: Tim MKGR, KUD Karya Baru & 500 petani ke lokasi. Lahan sudah rata, 3 pondok & bendungan 1 Km hancur.
  4. Kerugian: Ditaksir Rp55 Miliar lebih. SPT KUD Karya Baru 7 September 1996 & SK Gubernur 1984 diabaikan.

Opas Feodal: Security Jadi Alat Rampas Tanah
Pecah belah lalu kuasai. Tidak peduli sikat dulu. Kalau perlu selesaikan dengan opas sebutan pasukan keamanan rakyat alias security perusahaan, kata Kolonel TNI (Purn) Prof. DR. Asmil Ilyas MA CPLA.

Fakta lapangan:

  1. Luthfi hadang Tim MKGR saat mau konfirmasi ke Direktur PT Arara Abadi Edi Haris.
  2. Security tidak mau tahu hukum. “Perintah manajemen tertinggi. Jika gagal langsung dipecat.”
  3. Pola ini sama dengan zaman kompeni: mandor + centeng lawan rakyat.

Feodalisme Hijrah dari Jawa ke Riau
Warisan feodal sangat kuat bermukim di tanah Jawa. Sekarang sudah hijrah ke luar Jawa. PT Arara Abadi 30 tahun bercokol di Riau bukti nyata. Izin sementara 30 tahun tidak selesai, tapi 50.000 Ha dikuasai, ujar Murphy.

Akibatnya:

  1. Konflik horizontal: Masyarakat vs PT Arara Abadi rebutan lahan, padahal dua-duanya korban sistem.
  2. Tatanan pemerintahan rusak: Batas kabupaten bisa digeser demi korporasi.
  3. Karya anak bangsa diberangus: 500 petani swasembada pangan Riau justru dihancurkan.

Solusi MKGR: Barikade Bela Negara (BBN) Tapung Hilir
Untuk memberangus warisan feodal, MKGR membentuk Barikade Bela Negara Tapung Hilir:

  1. Tugas: Kawal 1000 Ha cetak sawah, dokumentasi drone, hadang beko ilegal. Bukan untuk bentrok.
  2. Legalitas: Pam Swakarsa UU No.2/2002, dibina Purnawirawan TNI/Polri.
  3. Lawan opas feodal dengan pengawal negeri. Security suruhan korporasi vs BBN suruhan konstitusi.

Bambu runcing sudah jadi drone & traktor. Cukup 30 tahun dijajah korporasi. BBN akan pastikan tidak ada lagi Luthfi kedua di Tapung Hilir, tegas Prof. Asmil.

(Tim Investigasi Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/