EDUKADI NEWS – Pekanbaru 05 November 2026.
Duel sudah dimulai. Taktik dan strategi telah disiagakan. Anehnya, bukan pion atau pasukan yang maju lebih dulu, melainkan pucuk komando yang terciduk, sementara pihak lain membentengi diri dengan pion.
Akibatnya, salah langkah dan skak mat.
Kurang perhitungan dalam combatan, dimana tidak menghitung Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat. Tidak menghitung Strategic Lingkungan, baik ekstern maupun intern, baik SLI maupun SLE.
Jika pucuk komando telah terciduk, maka taktik dan strategi akan rontok dan sulit untuk dibangun kembali. Membutuhkan waktu dan bantuan yang tidak sedikit. Sementara lawan sudah pasang kuda-kuda yang disebut Kuda Troya.
Daripada banyak korban berjatuhan, lebih baik angkat bendera putih saja.
Lawan mempunyai pengalaman yang sangat banyak. Telah memiliki jiwa combatan sejati. Tidak ada istilah menyerah dan kalah. Jangankan lawan, semut pun dihabisi jika menghalangi jalan kebenaran.
Suka duka dan 20 tahun jeram dan rintangan telah dilalui, berkat sabar dan teguh dengan keyakinan, sampai juga ke puncak cita-cita menjadi Presiden. Begitu curhat Presiden ke-8 ini. Beliau tidak tega melihat rakyat Indonesia menderita akibat ulah bangsa sendiri, neo kolonial warisan feodal yang masih bercokol.
Sudah diperingatkan: bersihkan dirimu sebelum engkau dibersihkan.
Rencana untuk mendongkel atasan akhirnya muncrat ke permukaan. Yang disebut Prof. Mahfud MD sebagai perbuatan tidak beradab. Dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara ini sangat luar biasa, karena ceroboh naik ke permukaan dan seluruh rakyat Indonesia murka.
Mahfud memberi pesan agar cepat diseret ke ranah hukum. Dan menurut pakar komunikasi, perbuatan seperti itu tergolong perbuatan makar jika terbukti secara hukum.
Rakyat Indonesia mendukung dengan harapan NKRI tetap solid di bawah pimpinan Bapak Prabowo Subianto.
Dengan slogan Langkah Kuda Troya, kita jaga NKRI sampai titik darah penghabisan.
(Udra Edukadi News)













