https://picasion.com/
NEWS  

LUNCURKAN BUKU BARU: PESANTREN MODERN DAN KEISLAMAN PERKOTAAN. PENULIS A. MUALIF., S.Pd.I., MA., C.MTr., C.PS & H.M. AMAL FATHULLAH, A. Lc,. MA UNTUK MENCETAK GENERASI INDONESIA EMAS 2045″

EDUKADI NEWS –Pekanbaru, 30 Juli 2026
Di tengah tantangan zaman dan arus globalisasi, peran pesantren tidak boleh berhenti di desa. Pesantren harus hadir menjawab kebutuhan umat di kota.

Pernyataan itu menjadi benang merah dalam buku terbaru karya A. Mualif, S.Pd.I., MA., C.MTr., C.PS bersama H.M. Amal Fathullah, A. Lc,. MA yang berjudul PESANTREN MODERN DAN KEISLAMAN PERKOTAAN: Transformasi Pendidikan Islam dan Kontribusinya Menuju Indonesia Emas 2045.

Buku ini resmi diluncurkan hari ini sebagai bentuk kontribusi intelektual dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer.

LATAR BELAKANG PENULISAN BUKU
Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2045. Untuk menyambut “Indonesia Emas 2045”, kita butuh SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Selama ini pesantren identik dengan pedesaan. Padahal 60% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Di kota, tantangan umat jauh lebih kompleks: sekularisme, gaya hidup hedonis, krisis identitas, dan banjir informasi.

A. Mualif melihat kekosongan ini. Melalui buku ini, beliau bersama Amal Fathullah menawarkan gagasan bagaimana pesantren melakukan transformasi agar relevan di tengah masyarakat perkotaan tanpa kehilangan ruh keislaman dan kearifan tradisinya.

ISI DAN GAGASAN UTAMA BUKU
Buku setebal ±161 halaman ini terbagi dalam beberapa pembahasan utama:

  1. Sejarah dan Evolusi Pesantren Dari pesantren salaf hingga pesantren modern. Bagaimana pesantren beradaptasi dari masa ke masa.
  2. Tantangan Keislaman di Perkotaan Mengurai problematika umat kota mulai dari radikalisme, liberalisme, materialisme, hingga degradasi moral generasi muda.
  3. Model Transformasi Pesantren Modern Pembahasan kurikulum integratif, manajemen profesional, penguasaan teknologi, bahasa asing, dan kewirausahaan santri.
  4. Kontribusi Pesantren untuk Indonesia Emas 2045 Bagaimana pesantren mencetak pemimpin, ulama, cendekiawan, dan wirausahawan yang berkarakter untuk 20 tahun ke depan.
  5. Studi Kasus Praktik baik pesantren-pesantren modern di kota besar yang berhasil mencetak alumni berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

Dr. Djeprin E. Hulawa, M.Ag dalam kata sambutannya menyebut:
Buku ini adalah jawaban cerdas atas kegelisahan kita bersama. Pesantren tidak boleh gagap teknologi. Pesantren harus menjadi pusat peradaban di kota.

TENTANG PENULIS
A. Mualif, S.Pd.I.,MA.,C.MTr., C.Ps, seorang praktisi pendidikan dan konsultan manajemen lembaga pendidikan, buku ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi pesantren dan tuntutan zaman.

Bersama H.M. Amal Fathullah, A. Lc., MA, adalah seorang akademisi, da’i, dan pengamat pendidikan Islam. Dengan latar belakang pendidikan di Timur Tengah dan pengalaman di dunia pesantren, beliau banyak menulis dan berbicara tentang penguatan pendidikan Islam di era modern.

Proses editing dilakukan oleh Dr. Ikrima Mailani, S.Pd.I., M.Pd.I dan Umi Muallimah untuk memastikan buku ini mudah dipahami dan aplikatif.

Makna bagi masyarakat dan pemerintah,
Kehadiran buku ini sangat relevan dengan visi Indonesia Emas 2045. Beberapa poin penting:

  1. Untuk Pemerintah: Menjadi bahan rujukan dalam merumuskan kebijakan penguatan pesantren, terutama di wilayah perkotaan.
  2. Untuk Pimpinan Pesantren: Menjadi panduan praktis melakukan transformasi kelembagaan.
  3. Untuk Akademisi & Mahasiswa: Menjadi literatur baru tentang sosiologi pendidikan Islam dan dakwah perkotaan.
  4. Untuk Masyarakat Umum: Menumbuhkan kembali kepercayaan bahwa pesantren adalah solusi, bukan masalah.

H.M. Amal Fathullah, A. Lc., MA menyampaikan, Pesantren masa depan adalah pesantren yang bisa mencetak santri yang hafal Al-Qur’an, jago IT, fasih 3 bahasa, dan punya jiwa entrepreneur. Tanpa meninggalkan kitab kuning. Itu tantangan kita. Buku ini adalah ajakan untuk bergerak bersama.”

A. Mualif, S.Pd.I., MA menambahkan,
Jangan sampai kota kita kehilangan cahaya. Pesantren harus masuk ke kota, membawa nilai, akhlak, dan solusi. Indonesia Emas 2045 hanya bisa diraih jika pondasi spiritual dan intelektual umat kuat.

H.M. Amal Fathullah, A. Lc., MA berharap buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan, dari pengasuh pesantren hingga para pembuat kebijakan.

Mari kita selamatkan generasi dengan pendidikan. Mari kita kuatkan kota dengan pesantren, tutup beliau.

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/