https://picasion.com/
NEWS  

MENGENAL SOSOK PENDIRI KEBUN BINATANG KASANG KULIM: H. USMAN

EDUKADI NEWS – PEKANBARU, 2 Mei 2026 * Siapa sangka, kebun binatang terbesar di Riau berawal dari 10 ha tanah dan dua gajah. Dialah H. Usman, sosok di balik berdirinya Kebun Binatang Kasang Kulim yang kini jadi destinasi favorit keluarga di Pekanbaru.

BERAWAL DARI GAJAH,PARANG & CANGKUL

Tahun 1990-an, H. Usman pulang dari rantau. Tanah miliknya di Jalan Kubang Raya, Siak Hulu, Kampar masih berupa semak belukar. Luasnya kurang lebih 10 Ha.
Istri yang setia selalu mendukung baik suka dan dukanya bekerja
Tidak pakai alat berat modern. H. Usman membersihkan lahan itu dengan gajah. Ya, gajah jinak yang ia pelihara. Batang-batang kayu besar ditumbangkan, semak dibabat. Peluh, keringat, dan lumpur jadi teman sehari-hari.

“Beliau tak kenal kata lelah. Walau banyak suka duka dilewati,” kenang salah satu pekerja lama kebun binatang.

Beliau dikenang sebagai sosok petani nekat dari Kuansing yang mengubah 10 Ha semak belukar jadi ikon wisata Riau bermodal dua ekor gajah. Didukung istri Hj.Rabaini dan 8 anak, 7 laki laki 1 perempuan.

NAMA “KASANG KULIM” DARI KAMPUNG HALAMAN

Nama kebun binatang itu bukan asal comot. Kasang Kulim adalah nama kampung kecil tempat H. Usman lahir dan dibesarkan, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Rasa cinta kampung halaman itu ia bawa ke Pekanbaru. Tanah 10 Ha yang ia buka dengan gajah tadi ia namakan “Kasang Kulim”. Harapannya, jadi pengingat dari mana ia berasal.

DARI TANAH KOSONG JADI RUMAH SATWA

Awalnya hanya untuk koleksi pribadi. H. Usman suka satwa. Dari satu gajah, bertambah rusa, burung, buaya. Warga sekitar mulai datang lihat-lihat.

Melihat antusias masyarakat, H. Usman berpikir: “Kenapa tidak dibuka untuk umum saja?”

Maka tahun 1994-an, Kasang Kulim resmi jadi kebun binatang. Tiket murah, suasana rindang. Anak-anak Pekanbaru punya tempat rekreasi edukatif.

SUKA DUKA SEORANG PERINTIS

Tidak mudah. Izin, biaya pakan, dokter hewan, kandang. Banyak yang nyinyir: “Ngapain pelihara binatang, rugi.”

Tapi H. Usman jalan terus. “Kalau nunggu kaya dulu baru berbuat, kapan majunya? Mulai dari yang ada,” begitu prinsip beliau.

Kini Kasang Kulim punya puluhan jenis satwa: harimau sumatera, beruang madu, orangutan, burung langka. Jadi tempat belajar anak sekolah, riset mahasiswa, dan wisata keluarga.

WARISAN UNTUK RIAU

H. Usman bukan konglomerat. Dia petani, perintis, orang kampung yang nekat. Tapi dari tangannya, 10 Ha tanah kosong jadi ikon wisata Riau yang hidup sampai hari ini.
H Usman tutup usia 59 tahun di Pekanbaru
Warisan ini di kelola sama anak nya
Spesies binatang yang ada sekarang ini 131

Pesan H. Usman untuk anak muda:
“Jangan takut mulai dari kecil. Gajah saja bisa buat bersihkan lahan, masa kita kalah sama gajah. Yang penting kerja, jujur, dan ingat kampung.”

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/