https://picasion.com/
NEWS  

MKGR TIDAK KENAL AKAN MENYERAH BELA NEGARA NKRI

EDUKADI NEWS – Pekanbaru 2 Mei 2026
“MKGR tidak akan menyerah membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Demikian penegasan kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Pekanbaru, Kamis (1/5)

Semboyan MKGR adalah “Dari Rakyat, Untuk Rakyat, dan Milik Rakyat”. Organisasi ini lahir 1 Januari 1960 di Medan, didirikan oleh Mayjen TNI (Purn) R.H. Sugandhi Kartosubroto, mantan Ajudan Presiden Pertama RI Ir. Soekarno.

“Sejarah penting untuk dipelajari agar tidak tergerus waktu dan demografi penduduk,” ujar salah satu senior MKGR.

Sederhana saja, MKGR lahir 1971 jadi Golongan Karya, lalu jadi Partai Beringin. “Adakah yang tahu asal usulnya? MKGR berdiri 11 tahun lebih dulu,” tegasnya.

Soal lambang Partai Golkar yang sekilas mirip logo MKGR, publik sering menyebut MKGR underbow Golkar. Nah inilah yang penting kita luruskan,sebut MKGR.

Lambang MKGR diwariskan kepada Golkar. Perbedaannya hanya letak gambar padi dan kapas yang ditukar. Hal ini tercatat dalam dokumen otobiografi, karena pada masanya Sugandhi Kartosubroto menjabat salah satu Ketua Golkar

Ajaran yang dititipkan Sugandhi: Anak bangsa wajib memiliki MORAL. “Ada pengetahuan tidak bermanfaat bagi umat itu mubazir. Apalagi kekuasaan menindas bangsa sendiri,” pesan mantan Ajudan Bung Karno itu.

Panca Moral MKGR jadi landasan etika kader:

  1. Cinta – Cinta tanah air & sesama
  2. Jujur – Jujur dalam pikiran, perkataan, perbuatan
  3. Berani – Berani karena benar
  4. Musyawarah – Utamakan kekeluargaan
  5. Karya Nyata – Kerja bukan wacana

Ditambah pendekatan 3A: Asah, Asih, Asuh. Asah pikiran, Asih sesama, Asuh generasi.

Semboyan tak kenal kata menyerah adalah napas perjuangan MKGR untuk bangsa dan negara.

Kader MKGR dilarang berada di pucuk pohon, tetapi harus berada di akar, tegas ajaran Sugandhi. “Bila ada pohon kayu besar merusak, jangan ditebang karena beresiko. Lihat mana dahan yang mengganggu, cukup tarik saja akarnya.”
Maknanya: Selesaikan masalah dari sumber, bukan pencitraan di atas.

Masih banyak yang patut diluruskan dalam berbangsa dan bernegara. Kembali kepada harkat dan martabat manusia. Setiap insan tidak bisa terhindar dari kesalahan akibat kealpaan, namun kita wajib mengurangi,” pesan MKGR.

Publik tentu bertanya: Apa yang telah engkau buat hai Gandhi?
Gandhi menjawab: “Tidak perlu dibicarakan, tapi lihat saja hasil karya yang ditinggalkan.”

Buktinya: Sampai detik ini MKGR masih ada. 66 tahun berselang, ajarannya masih solid.

(Tim Investigasi Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/