https://picasion.com/
NEWS  

Kabupaten Kuningan: Program Ketahanan Pangan BUMDes Bina Mulya Cikeusal, Cimahi Disorot: Diduga Gagal Total dan Rugi

EDUKADI NEWS – Kuningan
Program ketahanan pangan berbasis pertanian yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Mulya, Desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, kini tengah menjadi pusat perhatian publik. Program yang awalnya diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi desa tersebut dinilai gagal total dan mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.

Kegagalan Teknis dan Perencanaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kerugian besar ini dipicu oleh matinya tanaman cabai di atas lahan seluas 1 hektare sebelum masa panen kedua tiba. Kegagalan ini diduga kuat berakar pada:
Kurangnya studi kelayakan. Pengelola dinilai tidak melakukan feasibility study yang komprehensif. Ketidaksesuaian geografis.Pemilihan komoditas yang tidak selaras dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Analisis musim yang lemah. Pemaksaan masa tanam tanpa memperhitungkan risiko cuaca, sehingga biaya operasional membengkak tanpa hasil yang sepadan.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa program ini terkesan dipaksakan. “Hasil panen yang minim tidak mampu menutup biaya operasional yang terus membengkak. Ini adalah bentuk pemborosan anggaran dana desa,” ujarnya.

Simpang Siur Nilai Kerugian

Terdapat perbedaan mencolok mengenai total kerugian yang dialami. Informasi dari masyarakat menyebutkan potensi kerugian mencapai ratusan juta rupiah, mencakup biaya pembibitan, sewa lahan, alat pertanian, hingga upah pekerja.

Namun, Sekretaris Desa Cikeusal, Rio Sarwono, memberikan keterangan berbeda berdasarkan laporan internal yang diterima pemerintah desa.
“Dalam laporan yang disampaikan ke pemerintah desa, BUMDes Bina Mulya mengalami kerugian sebesar Rp7 juta akibat gagal panen,” jelas Rio saat dimintai keterangan dikantornya, Rabu 22 April 2026

Tuntutan Transparansi dan Audit Investigatif
Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan dari warga Desa Cikeusal. Masyarakat kini mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas yang nyata terkait penggunaan dana desa. Melalui perwakilannya, warga menuntut dilakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap pengurus BUMDes.
“Kami berharap ada audit yang transparan. Jika memang ada kelalaian manajemen atau kesalahan pengambilan keputusan, harus ada pertanggungjawaban agar tidak menjadi preseden buruk bagi pengelolaan BUMDes di masa depan,” tegas salah satu perwakilan warga.

Catatan Bagi Pengelolaan Dana Desa
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Bina Mulya belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah pemulihan (recovery) atau solusi atas kegagalan proyek ini. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan untuk selalu mengedepankan riset dan analisis bisnis yang matang sebelum mengalokasikan anggaran besar pada sektor pertanian yang berisiko tinggi.(RD/Jack)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/