https://picasion.com/
NEWS  

Manajemen Konflik

EDUKADI NEWS –Pekanbaru 03 Oktober 2026.
Rocky Gerung tetap konsisten walaupun telah dilantik menjadi penasehat Presiden. “Kemarin saya kan di luar dan sekarang berada di dalam pemerintahan, ya hanya beda di luar dan di dalam saja,” ketus Gerung.

Tentu publik jadi kaget atas jawaban Gerung. Publik lupa dan tak menyadari bahwa Gerung menerima tentu telah difikirkan dengan baik. Apakah terima berangkat dari luar ke dalam?

Kita kaji bahwa konflik itu adalah salah satu tantangan yang akhirnya mendatangkan hikmah, yaitu semakin lajunya tercapainya tujuan bagi kedua belah pihak, baik pengkritik maupun pihak yang dikritik.

Kritik bukanlah hal yang tabu dibicarakan, melainkan satu pembelajaran agar dapat dilakukan perbaikan. Pendapat bahwa konflik itu baik tentu belum tentu semua pihak setuju, tetapi bagi pihak yang ingin perubahan untuk kemajuan pasti setuju dan mendukung.

Dimana-mana NKRI menganut politik bebas tidak pro dan kontra artinya Netral, tetapi dalam situasi dan kondisi keamanan tidak stabil pasti akan bergeser dan politik bebas dan aktif bukanlah absolut.

Contoh lain bahwa NKRI adalah Demokrasi, tak ada yang akan bantah. Namun seorang Prof. Mahfud MD mengatakan bahwa Bangsa Indonesia belum bisa melaksanakan Demokrasi itu. Alasan Pak Mahfud, Rakyat belum semua cerdas dan hidup sejahtera, diperkirakan hampir 50% yang dungu sebut Gerung. Silahkan bantah dengan ilmiah. Bagaimana akan melaksanakan itu?

Bayangkan saja berdasarkan statistik pendapatan negara dari pajak dan juga pendapatan negara luar pulau Jawa, sedangkan dalam distribusi pembangunan tidak merata dan berimbang dan kepala daerah misalnya Bupati Bengkalis sempat meradang karena dipotong anggarannya sekian triliun.

Jadi konflik di NKRI terjadi saling bersahutan tak henti-hentinya. Timbul pertanyaan apakah konflik dapat dihentikan? Jawaban mustahil karena kesenjangan ekonomi dewasa ini sangatlah dalam bagaikan jurang dan dunia tak bertepi.

Konflik hanya bisa dikurangi dengan adanya manajemen konflik yaitu studi kasus untuk menghasilkan kebijakan dengan pendekatan teori SWOT Strength, Weakness, Opportunity, Threat)

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/