https://picasion.com/
NEWS  

PLT GUBERNUR RIAU SF HARIYANTO: “MBG HARGA MATI. RIAU SIAP JADI LUMBUNG GIZI SUMATERA”Anggarkan Rp1,2 Triliun Tahap Awal, Gandeng 12.000 UMKM Untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

EDUKADI NEWS – Pekanbaru 23 Juni 2026 – Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyatakan dukungan penuh dan tanpa kompromi terhadap Program Makan Bergizi Gratis [MBG], program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan MBG bersama 12 Bupati/Walikota, Forkopimda, dan seluruh Kepala OPD di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat [27/6/2026].

“Ini perintah Presiden. Ini untuk masa depan anak-anak kita. Bagi Pemprov Riau, MBG harga mati. Tidak ada tawar-menawar. Semua sumber daya kita kerahkan,” tegas SF Hariyanto di hadapan peserta rakor.

KOMITMEN ANGGARAN: Rp1,2 TRILIUN UNTUK 1,7 JUTA SISWA RIAU

Pemprov Riau telah menyiapkan alokasi tahap awal Rp1,2 triliun dari APBD-P 2026 dan dukungan APBN untuk menjangkau 1.734.582 siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Riau.

Tahap I dimulai Agustus 2026 menyasar 500.000 siswa di 2.847 sekolah yang berada di wilayah 3T, pesisir, dan kantong kemiskinan. Tahap II dan III akan bergulir September–Desember 2026 hingga 100% siswa terlayani.

“Setiap anak dapat 1 kali makan bergizi per hari sekolah dengan standar gizi B2SA: Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Menu wajib mengandung karbohidrat, protein hewani, sayur, buah, dan susu. Tidak boleh asal kenyang,” jelas SF Hariyanto.

EKOSISTEM MBG RIAU: DARI PETANI KE PIRING ANAK SEKOLAH

Plt Gubernur menegaskan MBG Riau tidak boleh jadi proyek impor. Bahan baku wajib dari petani, nelayan, dan peternak Riau.

“Kalau anak-anak makan telur, ayam, ikan patin, beras, sayur dari Kampar, Kuansing, Inhu, Rohil, maka dobel manfaat. Anak sehat, ekonomi desa bergerak. Ini yang Presiden mau,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Riau menyiapkan ekosistem:

  1. 1.200 Dapur MBG: Dibangun di sekolah, pesantren, dan desa. Dikelola 12.000 UMKM yang sudah dikurasi Dinas Koperasi & UMKM.
  2. Satgas Pengawas Mutu: Melibatkan Dinkes, BPOM, dan ahli gizi dari UNRI & UIN Suska. Uji lab acak setiap minggu.
  3. Digitalisasi Distribusi: Aplikasi “MBG Riau” untuk tracking real-time dari dapur ke sekolah, mencegah kebocoran.
  4. Kemitraan TNI-Polri: Babinsa & Bhabinkamtibmas kawal distribusi ke daerah pelosok.

SINERGI MBG DENGAN KETAHANAN PANGAN RIAU

SF Hariyanto menyebut MBG adalah hilir, sementara Program Cetak Sawah, optimalisasi lahan gambut, dan perikanan adalah hulu.

“Saya sudah perintahkan Kadis Pertanian: pastikan 500 petani di Tapung Hilir jadi bagian dari rantai pasok pangan MBG. Lahan harus produktif tahun ini. Jangan ada yang halangi. Ini untuk perut anak-anak Riau,” tegasnya.

Ia juga meminta Bupati Kampar dan Kapolda Riau menyelesaikan konflik lahan agar program ketahanan pangan Presiden tidak tersandera.

ZERO TOLERANCE: KAWAL KETAT, HUKUM BERAT PENYELEWENG

“Tidak boleh ada yang sunat anggaran MBG. Tidak boleh ada menu tidak layak. Tidak boleh ada anak yang tidak dapat,” ucap SF Hariyanto dengan nada tinggi.

PESAN UNTUK RAKYAT RIAU: INI GERAKAN BERSAMA

SF Hariyanto menutup rakor dengan ajakan: “MBG ini bukan milik Gubernur. Ini milik kita semua. Saya minta ulama, datuk-datuk, LAM, media, mahasiswa, dan emak-emak PKK jadi mata dan telinga. Kalau ada yang tidak beres, lapor. Kalau bagus, kita apresiasi.”

“Target kita jelas: 2030 angka stunting Riau di bawah 5%, 2045 lahir Generasi Emas Lancang Kuning. Semua dimulai dari sepiring makan bergizi hari ini.”tutup Hariyanto.

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/