https://picasion.com/
NEWS  

AUTOKRATIK HUKUM: MEMBUAT HUKUM UNTUK KORUPSIOleh: Pendiri Lembaga Pelopor Bela Negara – Pam Swakarsa MKGR

EDUKADI NEWS – Pekanbaru 21 Juni 2026 Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Datang dari Tuhan YME, dan kembali kepada-Nya.

Ahmad Albar, sang legenda, pernah bersyair: Dunia ini panggung sandiwara. Alam semesta ini fana dan akan berakhir. Kapan? Manusia tak ada yang tahu. Itu mutlak Hak Allah Azza wa Jalla.

Marilah luangkan waktu sejenak untuk merenungkan 3 kalimat yang semua jawabannya akan bermuara pada Innalillahi wa inna ilaihi raji’un:

  1. Dari manakah kita datang?
  2. Sedang di manakah kita sekarang?
  3. Hendak ke manakah kita?

Setiap insan akan menjawab dalam hati. Jika dicetuskan, dapat menimbulkan polemik dan case study yang barangkali tak akan tuntas sampai akhir dunia fana ini.

ILUSTRASI DUNIA FANA: TANTANGAN YANG TAK PERNAH USAI

Sedikit ilustrasi: datang dan pergi, ada dan tiada, nyata dan fiktif. Kenyataan selalu hadir. Begitu juga baik dan buruk selalu bergandengan tetapi tidak bersentuhan. Malahan bertabrakan, lalu hilang, baru tuntas. Konsekuensinya: merugi.

Nah, akan datang lagi masalah, tabrakan lagi. Begitulah silih berganti. Inilah yang digosipkan Mahatma Gandhi sebagai Dunya Kahe.

Tidak salah kalau ada opini: Hidup di alam fana itu adalah Tantangan. Bagi orang yang siap, ia akan menghadapinya dengan ikhtiar, berusaha, lalu kembali meminta berdoa dengan harap dikabulkan Yang Maha Esa.

WASPADALAH PENGUASA: DI ATAS LANGIT ADA LANGIT

Timbul opini lagi yang menjadi case study dan polemik:

Rakyat di Bumi Lancang Kuning saat ini menyaksikan kekuasaan besar yang menggarap tanah milik Tuhan di Provinsi Riau. Secara fakta, kekuatan oligarki telah dapat mengalahkan pemerintahan NKRI, khususnya di Provinsi Riau.

Aturan dilanggar. Kebal hukum. Tidak tersentuh sedikitpun. Behavior-nya memberikan penekanan pada kehidupan masyarakat tempatan. Arogan merampas lahan pertanian dengan kekerasan. Melakukan penyerobotan hak milik petani.

Stakeholder membisu seribu bahasa.

Dengan keyakinan kepada YME: Hak tidak akan tertukar. Peliharalah dengan baik, jangan ditelantarkan. Jika yakin itu hak kita, upayakan dan pertahankan. Wajib pertahankan hak walaupun akan berkalang tanah.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Autokratik hukum adalah kondisi ketika hukum dibuat bukan untuk keadilan, melainkan untuk melindungi korupsi. Ketika oligarki bisa mengatur pasal, membeli putusan, dan menundukkan aparat, maka yang lahir adalah hukum rimba berselimut undang-undang.

Wahai penguasa, ingat: di atas langit ada langit. Di atas oligarki ada rakyat. Di atas semua, ada Allah SWT.

Tanah Riau adalah tanah Tuhan yang dititipkan untuk anak cucu. Bukan untuk dirampas segelintir orang. Perjuangan mempertahankan hak adalah jihad. Jika gugur, ia syahid.

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/