https://picasion.com/
NEWS  

PT ARARA ABADI PORAK-PORANDAKAN LAHAN CETAK SAWAH 1000 HA PROGRAM PANGAN NASIONAL500 Petani Jadi Korban

EDUKADI NEWS – Pekanbaru, 26 Mei 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (DPP MKGR) mengecam keras tindakan PT Arara Abadi yang memporak-porandakan lahan pencadangan Program Nasional Pangan Cetak Sawah 1000 Ha milik MKGR.

Peristiwa perusakan terjadi pada 20 Mei 2026. Sebanyak 5 unit alat berat milik PT Arara Abadi masuk dan menghancurkan lahan yang sedang dipersiapkan 500 petani Himpunan Tani Nelayan Indonesia (HTNI) MKGR untuk cetak sawah.

Ketua DPP MKGR Kolonel TNI (Purn). DR. H. Asmil Ilyas, MA, CPLA menyebut tindakan PT Arara Abadi sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang mengancam Program Swasembada Pangan Nasional.

Dari lahan 1625 Ha yang dialokasikan MKGR 1000 ha ini adalah lahan pencadangan cetak sawah Program Nasional Pangan milik MKGR. Suratnya valid sejak 1991. Sekarang dirusak pakai 5 alat berat. Ini bukan lagi kelalaian, ini sudah tindakan ceroboh dan serampangan yang pasti menimbulkan konflik, tegas Asmil Ilyas, Senin (25/5/2026).

4 KERUSAKAN FATAL AKIBAT PENYEROBOTAN PT ARARA ABADI:

  1. Pondok petani dibongkar paksa – tempat istirahat dan penyimpanan alat 500 petani ludes.
  2. Tanaman produktif disikat – kelapa, kakao, dan tanaman pangan petani hancur.
  3. Infrastruktur sawah digusur – tapak pencadangan bendungan & kaplingan sawah yang sudah diukur diratakan.
  4. Ekosistem dirusak – penggalian parit gajah sekeliling areal dan rusaknya aliran sungai.

Satuan Tugas DPP MKGR langsung mendatangi Kantor PT Arara Abadi pada Senin, 25 Mei 2026 untuk minta klarifikasi.

Humas PT Arara Abadi, Lutfi, mengakui bahwa 5 unit alat berat yang beraksi adalah milik perusahaan. Lutfi berdalih lahan diperoleh dari Wan Moh Junaidi.

“Saat kami minta dokumen proses penyerahan tanah, Lutfi tidak bisa menunjukkan. Padahal tanah itu bukan milik Wan Moh Junaidi. Lutfi malah klaim sepihak lahan milik PT Arara Abadi dan terkesan arogan setelah kami sampaikan surat MKGR yang valid sejak 1991,” ungkap Asmil Ilyas.

DPP MKGR mendesak PT Arara Abadi segera menghentikan seluruh aktivitas di lahan 1625 Ha tersebut.

Saya minta PT Arara Abadi stop menggarap lahan MKGR. Jangan pancing konflik di lapangan. Kalau terus dilanjutkan, kami akan tempuh jalur pidana karena ini sudah masuk penyerobotan dan perusakan,” tegas Kolonel Asmil Ilyas.

Ketua Kelompok Tani Swasembada Pangan MKGR, Ir. Julius Sitepu, menyatakan 500 petani tidak akan mundur.

Kami petani sudah cukup sabar. Dulu mereka tanam akasia dan eucalyptus di lahan kami, kami diam. Sekarang sudah keterlaluan: pondok dihancurkan, tanaman dibabat, bendungan digusur. Kami pasti tantang. Ini soal perut rakyat dan program pangan nasional, kata Julius Sitepu.

Advokat LBH MKGR, Aidil Fitsen, SH, menegaskan pihaknya sudah melayangkan 2 kali somasi terkait gangguan security dan penanaman akasia-eucalyptus oleh PT Arara Abadi. Namun tidak ada itikad baik.

Sekarang mereka main gusur lahan cetak sawah. Ini sudah pidana. Pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan tanpa hak dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan bisa kami pakai. Somasi ketiga akan kami kirim bersama laporan polisi,” tegas Aidil Fitsen.

TUNTUTAN MKGR:

  1. PT Arara Abadi hentikan total aktivitas di lahan 1000 Ha MKGR.
  2. Ganti rugi seluruh kerugian petani: pondok, tanaman, infrastruktur.
  3. Kembalikan fungsi lahan sebagai cetak sawah Program Nasional Pangan.
  4. Kementerian LHK & Kementerian Pertanian turun tangan audit izin PT Arara Abadi.
  5. Aparat penegak hukum proses pidana penyerobotan dan perusakan.

Petani tidak mau swasembada pangan terhalangi korporasi. Negara harus hadir. Kalau PT Arara Abadi kebal hukum, kami 500 petani siap bertahan di lahan, tutup Asmil Ilyas.

(Tim Investigasi Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/