EDUKADI NEWS – Pekanbaru 12 Mei 2026
Purna Bhakti, bukan Pensiun, sebut Mantan Kepala Kepegawaian Departemen Pertanian Provinsi Riau dalam acara Silaturahmi Purna Bhakti Dinas Peternakan (Forsilatnak), Sabtu 9 Mei 2026, di Cafe Tuk Teng, Parit Indah, Pekanbaru.
Acara yang dihadiri 163 orang Purna Bhakti se-Riau itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Hal tersebut disampaikan Ir. H. Helfian Hamid, M.Si selaku Ketua Forsilatnak, di sela acara yang didampingi Ir. Lisdarti Roza, M.Si.
Pensiun itu berhenti. Purna Bhakti artinya pengabdian sudah paripurna, tapi semangat mengabdi untuk masyarakat tidak boleh berhenti. Kami tetap berkarya untuk Riau,”tegas Helfian.
Dalam rangkaian acara digelar pergantian Ketua Forsilatnak Deptan Provinsi Riau. Pengurus Forsilatnak 2026 terpilih Agus Salim,S.Sos.
Herbal Kakao Multi Khasiat Curi Perhatian
Dalam silaturahmi tersebut, Ir. Syarifuddin Adek, salah satu tokoh Purna Bhakti, memperkenalkan produk Herbal Kakao Multi Khasiat hasil racikannya.
Kakao Riau bukan cuma untuk coklat. Biji, kulit, hingga daunnya punya khasiat luar biasa. Saya olah jadi herbal untuk diabetes, kolesterol, stamina, dan imunitas. Ini wujud nyata Purna Bhakti tetap produktif, jelas Syarifuddin Adek.
Produk herbal kakao itu langsung diserbu peserta. Banyak yang testimoni khasiatnya untuk menjaga kesehatan di usia lanjut. Dan kesempatan itu di serahkan buku herbal kakao King Aztec multi khasiat hasil karya Ir Syarifuddin Adek.
Pesan Ketua Forsilatnak: Purna Bhakti Harus Jadi Teladan.
Ketua Forsilatnak Deptan Riau yang hadir berpesan, Purna Bhakti harus jadi teladan. Kita dulu digaji negara untuk urus rakyat. Sekarang sudah Purna Bhakti, tetaplah jadi solusi. Ilmu peternakan, pertanian, perkebunan yang kita punya jangan dibawa mati. Tularkan ke anak muda, ke petani, ujarnya.
Ir. Lisdarti Roza, M.Si menambahkan, silaturahmi ini akan dirutinkan. Kita bentuk Forum Purna Bhakti Dinas Peternakan Riau. Agenda ke depan bantu peternak kecil, edukasi stunting, dan kembangkan produk lokal seperti herbal kakao Pak Syarifuddin.
Acara dihadiri lintas generasi Purna Bhakti, mulai dari mantan Kepala Dinas, Kabid, hingga PPL lapangan. Suasana haru saat mereka bernostalgia masa tugas di pelosok Riau, buka jalan ternak, atasi wabah, dampingi peternak.
Umur boleh senior, tapi semangat harus tetap 45, kelakar salah satu peserta, disambut tawa hadirin.
(Udra Edukadi News)













