https://picasion.com/
NEWS  

PT. ARARA ABADI TERBUKTI SABOTASE PROGRAM CETAK SAWAH 1000 HA PROGRAM KETAHAN PANGAN NASIONAL DI TAPUNG HILIR

EDUKADI NEWS – Pekanbaru, 08 September 2026 –
Program strategis nasional di bidang pertanian berupa kegiatan Cetak Sawah 1000 Hektar dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan di Provinsi Riau diduga mengalami penghambatan serius. PT. Arara Abadi terbukti melakukan tindakan yang menghalangi akses petani ke lokasi lahan di Dusun IV Plambayan, Desa Kotagaro, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Kegiatan cetak sawah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang percepatan pencapaian ketahanan pangan nasional. Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong / MKGR sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan turut mengambil peran nyata dengan mengalokasikan lahan seluas 1000 hektar di wilayah Dusun IV Plambayan untuk mendukung program tersebut.

Menurut Ir. Ichsan Amri, alumni Universitas Andalas Padang yang juga penggagas program ini, kegiatan diawali dengan proses survey dan investigasi lapangan pada 16 November 2024. Hasil survey menunjukkan bahwa lokasi tersebut sangat potensial untuk pengembangan sawah baru guna mendukung produksi pangan di Riau.

Secara administrasi, program ini juga telah memenuhi prosedur. Pada 7 Januari 2025, telah terbit Surat Rekomendasi dari Camat Tapung, Nurmansyah, ST, PDN, M.Si, yang ditujukan kepada DPP MKGR. Selain itu, sebanyak 500 orang petani telah terhimpun dan tergabung dalam wadah Organisasi HTNI dengan Ketua Suratno, mantan Kepala Dusun IV Plambayan, sebagai koordinator di lapangan.

Namun di tengah persiapan yang sudah berjalan, kegiatan cetak sawah harus terhenti akibat adanya tindakan penghalangan dari pihak perusahaan. Oknum security PT. Arara Abadi diduga mendirikan portal dan menutup akses jalan umum yang merupakan satu-satunya jalur menuju lokasi cetak sawah. Akibatnya para petani tidak dapat masuk dan menggarap lahan yang telah dialokasikan.

Peristiwa penghadangan ini telah berulang kali dilaporkan ke Polsek Tapung. Sayangnya situasi tidak membaik. Pada 20 Mei 2026, terjadi tindakan yang dinilai semakin meresahkan. Sdr. Luthfi diduga melakukan perampasan dan perusakan terhadap lahan yang sudah dipersiapkan untuk program swasembada pangan tersebut.

Menanggapi hal ini, Kolonel (Purn) Dr. H. Asmil Ilyas, M.Si, CPLA, selaku pembina MKGR, menurunkan Tim Satuan Tugas untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dari hasil peninjauan, diduga telah terjadi penyerobotan lahan seluas ± 180 hektar milik kelompok tani binaan MKGR. Hal ini berpotensi mengandung unsur pidana.

Dalam pemeriksaan awal, Sdr. Luthfi mengakui telah melakukan kegiatan land clearing di atas lahan tersebut dengan menggunakan 5 unit alat berat milik perusahaan. Pengakuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa kegiatan perusahaan telah mengganggu program pemerintah.

Untuk mencegah meluasnya konflik horizontal antara perusahaan dan masyarakat, MKGR telah mengirimkan surat resmi kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Polda Riau, dengan perhatian khusus kepada Edi Haris, MZ. Dalam surat tersebut MKGR meminta perlindungan dan pengamanan agar para petani dapat bekerja di lahan tanpa adanya intimidasi dari pihak security perusahaan.

“Kami tidak ingin ada benturan di lapangan. Petani hanya ingin menggarap lahan untuk mendukung program pemerintah. Kami mohon negara hadir untuk memberikan rasa aman,” tegas pengurus MKGR.

Ir. Marzuki Husein, mantan Kabid Kewilayahan Dinas Pertanian Provinsi Riau, juga menyampaikan harapan agar PT. Arara Abadi dapat mendukung penuh program nasional ini. “Perusahaan besar seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan ketahanan pangan. Jangan sampai program baik ini terhambat karena persoalan di lapangan. Mari kita duduk bersama mencari solusi demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

MKGR menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Cetak Sawah 1000 Hektar ini sampai tuntas. Pihaknya berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar program Swasembada Pangan tidak gagal hanya karena adanya penghambatan di lapangan.

“Ini bukan hanya soal lahan, ini soal masa depan pangan bangsa. Kami yakin dengan dukungan semua pihak, program ini akan berhasil dan membawa manfaat besar bagi petani dan masyarakat Riau,” tutup perwakilan MKGR.

(Tim Investigasi Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/