EDUKADI NEWS – Pekanbaru 30 April 2026
DR.Marlambson Carel Williams SH MH berikan perkembangan tentang dugaan pengemplangan pajak 12.000 ha PT Arara Abadi tanggal 4 Agustus 2025 dan dilanjutkan Audiensi dan interview serta menyerahkan bukti serta dokumen PT.Arara Abadi tanggal 28 Agustus 2025.
Dari hasil temuan dapat disimpulkan terdapat banyak kejanggalan yang menyimpang dari aturan ( petunjuk Tehnis penyidikan 29 juli 1991
Surat Perintah tugas No.SPRINT _1203/ L.4 /Fd.1/07 2025 tanggal 24 Juli 2025 dengan hasil pengumpulan bahan keterangan dan keterangan :
Laporan tgl 7 Juli Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Akmal Abbas SH MH yang sekarang menjalani Purna Bhakti.
Laporan Mangkrak 10 bulan dan pada tanggal 1 April 2026 Aspidsus kirim kepada Drs Yusfar SH MH ketua DPD MKGR Desa Binaan Riau, Seharusnya surat di tujukan kepada DPP MKGR karena laporan ditanda tangani oleh Kolonel TNI (Purn) Prof. DR.,H. Asmil Ilyas, MA CPLA, ini permainan ketus prof
Kecurigaan ternyata benar bahwa surat pelimpahan kasus tertanggal 27 Maret baru diterima Dirjen Pajak Riau tanggal 14 April 2026 ( terjadi keterlambatan hampir 1 bulan itupun setelah dilakuan konfirmasi tangga 12 April 2026 oleh Ir. Darma Nova Siregar sekretaris DPD MKGR Riau
Seharusnya Kajati Riau DR Sutikno SH MH bukan melimpahkan perkara dan menyarankan ke Dirjen Pajak Riau tetapi kejaksaan dapat lansung lanjutkan proses ke tahap Penyidikan tenaga penyidik PPNS Dirjen Pajak karena ada payung hukum UU no 28 tahun 2007 tentang KUP pasal 43 a dan ditambah adanya nota kesepakatan kerja sama dengan Dirjen Pajak
Sehingga kejaksaan mempuyai dedikasi yang baik dan memiliki kompentensi serta profesional praktis efisien.
Dalam acara audiensi tak resmi itu terbongkarlah isi surat tanggal 27 maret 2026 adanya bukti otentik data dan pengumpulan yang diberikan adalah manipulasi dan rekayasa dengan tujuan akhir laporan Dugaan Pengemplangan pajak PT.Arara Abadi tidak benar atau dihentikan dengan dasar tidak cukup bukti.
Rekayasa berlanjut bukan hanya sampai disitu saja dimana ditemukan lagi kakanwil Dirjen pajak Riau melimpahkan kasus ke direktorat pajak Tangerang Banten agar susah urusannya dengan dasar PT.Arara Abadi terdaftar di Banten ini keterangan Achmad Wahyudi advokasi Hukum dalam audiensi mendapatkan keterangan yang akan direkayasa pihak terlapor, dengan tegas kami menolak berikan keterangan malah mengajak Seksi kerjasama DJP Riau Mangatur Simanjuntak panggil penyidik kita buat notulen.
Temuan ini adalah perbuatan merecoki proses yang berjalan ketahap penyidikan dan telah teregister di kejati Riau.
Darma mengatakan terindikasi dan temuan mengulur ulur waktu dilaksanakan proses penyidikan dan tidak mau memberikan surat perkembangan tindak lanjut kasus dapat disimpulkan adanya konspirasi kekuatan besar dan tekanan terhadap Aparat Penegakan Hukum dan tidak dinafikan adanya transaksi dibawah meja.
Namun Pelapor tetap mengawal dan MKGR tak kenal kata menyerah demi bangsa dan Negara. Maju tak gentar membela NKRI.
Tim Investigasi Edukadi News )













