EDUKADI NEWS – Kuningan
Minggu 19 April 2026 – Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Satya Pandawa Lima yang berlokasi di Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, kini tengah menjadi sorotan publik. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari media RADAR INVESTIGASI 17 April 2026 yang memuat judul Legalitas SPPG Satya Pandawa Lima Ciniru Bermasalah : Pengelola Dapur Tak Kantongi SLHS fasilitas penyedia makanan tersebut diduga kuat belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau yang secara teknis sering dikaitkan dengan standar Higiene Sanitasi Pangan (HSP).
Dugaan ini mencuat setelah adanya investigasi terkait kelayakan dapur yang digunakan untuk memproduksi makanan bagi masyarakat. Ketiadaan sertifikasi ini dianggap sebagai celah serius dalam penjaminan mutu dan keamanan pangan yang didistribusikan.
Sorotan Terhadap Keamanan Pangan
Sebagai lembaga yang mengemban tugas dalam pelayanan gizi, SPPG seharusnya menjadi garda terdepan dalam penerapan standar kesehatan.
Namun, dengan belum dikantonginya izin laik higiene, aspek sanitasi lingkungan dapur, kualitas air, hingga prosedur penanganan makanan oleh petugas dapur di Ciniru kini diragukan legalitasnya.
Menurut regulasi kesehatan yang berlaku, setiap unit penyedia jasa boga atau dapur kolektif wajib melewati uji petik dari Dinas Kesehatan untuk memastikan produk yang dihasilkan bebas dari kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan masyarakat dan pengamat kebijakan publik di Kuningan terkait masalah ini antara lain:
Klarifikasi Pengelola: Meminta pihak Satya Mandala Pandawa Lima untuk memberikan penjelasan transparan mengenai status perizinan operasional dapur mereka.
Tindakan Dinas Terkait: Mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan verifikasi lapangan di lokasi tersebut.
Penghentian Sementara: Jika terbukti belum memiliki izin, operasional dapur diharapkan dapat dievaluasi atau dihentikan sementara hingga standar prosedur terpenuhi demi keselamatan konsumen.
Tim media akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dan pengelola terkait untuk keseimbangan informasi (cover both sides).
(RD)













