https://picasion.com/
NEWS  

SISA HIDUP SIAP KORBANKAN JIWA DAN RAGA DEMI RAKYATOleh : Ir. Syarifuddin Adek

EDUKADI NEWS – Pekanbaru 08 Agustus 2026. Untuk Rakyat Siap Korbankan Jiwa dan Raga”
Tekad atau niat itu merupakan cita-cita terakhir Presiden ke-8 NKRI Prabowo Subianto.
Mungkin bagi sebagian opini publik, itu hanya sekedar omon-omon belaka.

Bapak Prabowo tidak rela melihat rakyat menderita, padahal negara kita berlimpah sumber daya alamnya.
Tidak dapat dipungkiri, Presiden ke-8 mendapat tantangan yang sangat hebat, baik dari luar maupun dari dalam pemerintahan, sehingga kebijakan berjalan di tempat.

Pada setiap kesempatan, beliau tidak henti-hentinya menyampaikan bahwa demonstrasi menyampaikan aspirasi itu dilindungi oleh konstitusi. Salurkan dengan aturan dan jangan anarkis.

Sayangnya, informasi tersumbat dan malah sengaja diblokir, sehingga tidak sampai kepada beliau. Akibatnya terkesan aspirasi tidak direspon.
Contohnya Program MBG telah dianulir, padahal program tersebut telah mendapat persetujuan DPR-RI.

Mustahil semua aspirasi dapat diselesaikan secara spontan. Tentu penyelesaiannya butuh proses dan waktu.

10 tahun berlalu, penanganan pemerintahan sudah salah urus. Sebut saja pakar tata negara: Prof. Margarito Kamis, Prof. Zainal Arifin, dan Prof. Mahfud MD.
Negara akan rusak jika hukum telah kalah oleh uang dan politik.
Belum lagi adanya serangan asimetris dan pengaruh para oligarki.

Saat ini telah terakumulasi emosi akibat penggiringan opini publik dan adanya pergerakan ke arah destruksi pemerintahan.
Apakah anak bangsa tidak menyadari bahwa membangun itu jauh lebih sulit daripada meruntuhkan?

Sebaiknya dilakukan dengan cara: jangan diruntuhkan, tetapi diperbaiki sambil jalan, agar terhindar dari degradasi bangsa.
Memperbaiki tata pemerintahan sambil jalan sudah teruji, daripada pemerintahan dibubarkan.
Mari kita kenang Reformasi Tahun 1998. Apa hasilnya?

Sekarang, apakah akan dilaksanakan lagi rencana pelengseran? Apakah telah dipikirkan seluruh aspek untung-rugi, ancaman, serta kekuatannya?
Ini bukan ramalan dan bukan pula prediksi. Tetapi ada peribahasa: Jadikanlah pengalaman sebagai guru. Alam terbentang sebagai guru.

Jika terjadi reformasi jilid kedua, bangsa ini akan tertinggal 20 tahun lagi.
Reformasi yang hendak dicapai para pendemo bukanlah demi kemurnian, melainkan kepentingan sesaat saja. Ada doktrin dari pihak yang terusik kepentingannya.

Presiden ke-8 adalah manusia yang paling ikhlas membela bangsa, negara, dan rakyat. Begitu ucapan Gus Dur.
Semoga pencerahan ini dapat direnungkan oleh para pendemo.

(Udra Edukadi News)

https://picasion.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://picasion.com/