EDUKADI NEWS – Kuningan
Sebagai bentuk kepedulian kepentingan dan keselamatan bersama juga ungkapan permohonan perhatian kepada pemerintah daerah kabupaten Kuningan ratusan warga Desa Cidahu kecamatan Cidahu hari ini (12/04/2026) turun ke jalan untuk melakukan aksi Operasi Bersih (Opsih) dan perbaikan swadaya di jalur utama yang menghubungkan Desa Cidahu, Desa Kertawinangun, dan Desa Datar.
Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang sudah rusak parah dan sangat membahayakan nyawa pengguna jalan, terutama warga yang beraktivitas setiap hari di wilayah tersebut.
Dengan peralatan seadanya seperti cangkul dan sekop, warga bahu-membahu membersihkan drainase yang tersumbat dan mengurug lubang-lubang dalam menggunakan material seadanya. Langkah ini dilakukan agar jalan tetap bisa dilalui meski dengan risiko tinggi, mengingat jalur ini adalah akses tunggal menuju pusat ekonomi dan pendidikan.
“Hari ini kami turun ke jalan bukan untuk demonstrasi anarkis, tapi melakukan opsih. Kami lelah menunggu bantuan pemerintah yang tak kunjung datang, sementara kecelakaan terjadi hampir setiap hari.
Kerusakan jalan di wilayah ini tidak lagi bisa ditoleransi. Selain lubang besar yang menyerupai kubangan, tidak berfungsinya drainase membuat air meluap ke badan jalan setiap kali hujan turun, mempercepat pengikisan aspal yang tersisa.”ujar salah satu warga di lokasi.
Warga menuntut pembangunan permanen bukan perbaikan yang bersifat sementara (tambal sulam)
” Aksi Operasi Bersih (Opsih) yang dilakukan secara swadaya oleh warga Desa Cidahu bukan sekadar kegiatan kerja bakti biasa. Secara simbolis dan praktis, aksi ini membawa pesan kuat kepada Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera turun kelapangan untuk untuk meninjau langsung kondisi lapangan di jalur Cidahu – Kertawinangun – Datar. Warga menuntut pembangunan permanen bukan perbaikan yang bersifat sementara (tambal sulam).”pungkasnya warga
(YN)













